Desember 6, 2022

Final Piala FA yang resmi mempertemukan Liverpool dengan Chelsea menghadirkan sejumlah sorotan. Kepastian Chelsea berhak ke laga final Piala FA usai mengalahkan Crystal Palace 2 0 di babak semifinal, Senin (18/4/2022) dini hari di Stadion Wembley. Gol kemenangan skuat asuhan Thomas Tuchel ini dibukukan Mason Mount dan Ruben Loftus Cheek.

Partai Final Piala FA antara Liverpool vs Chelsea akan tersaji di Stadion Wembley pada 14 Mei 2022 nanti. Liverpool terlebih dahulu memastikan tiket ke Final Piala FA. The Reds menghajar Manchester City 3 2 di babak 4 besar. Pertemuan Chelsea melawan Liverpool di Piala FA membuat kedua tim semakin 'mesar nan lengket' saja.

Laman Opta menuliskan bahwa pertemuan Chelsea dan Liverpool menjadi pasangan finalis di kompetisi Piala FA dan Carabao Cup di musim yang sama. Pada kenyataannya, fenomena ini tergolong langka lantaran baru berlangsung sekali, yakni di musim 1992/1993 saat mempertemukan Arsenal dan Sheffield Wednesday di laga puncak pada dua kompetisi tersebut. Selain itu, partai final yang mempertemukan Jurgen Klopp vs Thomas Tuchel menjadi sejarah baru sepanjang penyelenggaraan kompetisi Piala FA.

Untuk kali pertama final Piala FA mempertemukan dua pelatih asal Jerman. Namun jangan salah, misi balas dendam akan mewarnai pertandingan. Maklum, pada laga final Carabao Cup, The Blues dikalahkan The Reds lewat drama adu penalti dengan skor 10 11. Tuchel jelas mengusung misi revans, sekaligus meraih satu satunya gelar di musim ini.

Chelsea tak memiliki kesempatan lain kecuali gelar Piala FA. Timo Werner sudah babak belur di Liga Inggris. Tak ada asa bagi mereka untuk menjuarai Premier League. Nasib miris itu tertular di Liga Champions dan Carabao Cup, di mana The Blues gagal menjadi kampiun.

Artinya, sekali dayung dua pulau terlampaui. Tak hanya menuntaskan utang dendam kekalahan, Tuchel setidaknya menjadikan trofi Piala FA sebagai gelar penutup malu lantaran tak bisa mengulang sukses di musim lalu. Padahal, mantan pelatih PSG ini diberikan skuat mewah untuk menghasilkan panen gelar juara. Khususnya di Liga Inggris. Namun di musim ini, Tuchel baru bisa memberikan trofi juara Piala Dunia Antar Klub saja.

Terlepas dari itu, sejumlah catatan menarik menghiasi kemenangan Chelsea atas Crystal Palace yang dirangkum dari laman Opta Joe. Bagi Chelsea, laga Final Piala FA musim ini menjadi raihan laga puncak kali ketiga beruntun di kompetisi serupa. Tidak ada salahnya untuk menyematkan spesialis final Piala FA bagi klub asal London ini.

Piala FA menjadi satu satunya kompetisi yang masih berkesempatan dimenangkan oleh mereka. Pasalnya, Chelsea sudah tak memiliki harapan untuk meraih gelar Champions, Carabao Cup maupun Liga Inggris. Lesakan Mount di laga ini penuh akan makna, tak cuma membantu The Blues menapak ke laga final saja.

Untuk kali pertama sepanjang karier penggawa Timnas Inggris ini, Mount mencetak gol dalam pertandingan beruntun. Dia mengemas empat gol dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Chelsea menjadi tim ketiga yang mampu mencapai tiga kali beruntun tampil di Piala FA sejak format Liga Inggris digunakan.

Sebelumnya tim yang lebih sulu menorehkan catatan serupa adalah Manchester United dan Arsenal Manchester United (1993 1996) Arsenal (2000 2003) Chelsea (2019 2022) Loftus Cheek memulai laga sebagai pemain pengganti. Dia masuk pada menit 26 menggantikan Kovacic yang cedera.

Namun justru menjadi berkah baginya ketika memulai laga sebagai pemain pengagnti. Cheek bisa dikatakan menjadi inspirator kemenangan The Blues. Bahkan lebih spesialnya lagi, lesakan pemain asal Inggris tersebut mengakhiri puasa gol nyaris tiga tahun.

Terakhir kali Cheek mencetak gol untuk The Blues pada 5 Mei 2019, tepatnya saat Chelsea bersua Watford di Liga Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *