Desember 7, 2022

Shabira Alula Adnan punya tingkahnya lucu dan menggemaskan. Banyak orang menyukainya. Karena kelakuannya itu ia memiliki 734 ribu follower di Instagram. Sementara di akun Youtube, ia tercatat memiliki 268 ribu subscribers. Tak jarang video yang menunjukkan percakapannya dengan sang ayah viral di media sosial. Lala, sapaan akrabnya, viral melalui media sosial TikTok.

Yang membuat videonya viral, karena Lala sudah pandai berbicara meski usianya tiga tahun. Bahasa yang diucapkannya pun baku. Ternyata Lala sudah bisa berbicara saat berusia 8 bulan. Hal itu disampaikan Fahmi dan Oci yang merupakan orangtua Lala, saat menjadi bintang tamu untuk kanal Youtube YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

"Iya betul (kalau bisa ngomong delapan bulan), kalau menurut kacamata orang enggak normal sih. Karena umur 8 bulan kayak masih meraba tembok ya,” ucap Fahmi. “Umur 8 bulan itu, istri diajak ngomong, ‘ini makan apa’, Lala lagi ngapain, ‘mamam’. Manggil dong ayah, ‘ayah’,” tambah Fahmi. Denny Sumargo lantas penasaran dan bertanya tentang kata pertama apa yang diucapkan Lala saat itu.

“(Bilang) 'apa', ada videonya di akun media sosial Lala,” ujar Oci. “Kebetulan saya rekam, saya lagi suapin dia makan. Saya panggil, 'Shabira Shabira', terus dia jawab 'apa, apa'. Saya stimulasi lagi, saya ajak ngobrol lagi,” tutur Oci menambahkan. "Awalnya direkam itu mulanya memang buat konten atau apa," tanya Densu, sapaan akrab Denny Sumargo, penasaran.

Fahmi pun menceritakan alasannya membuat konten bersama anaknya itu. Menurut dia, awalnya hanya untuk dokumentasi. "Layaknya orangtua sama anak ngerekam anak kecil gitu kan, karena lucu dan videonya juga banyak, iseng nih bikin instagram, upload deh, nanti kalau Lala sudah besar ini lho video video kamu waktu kecil, biar lucu," terang Fahmi. "Entah kenapa ada satu akun media sosial ngerepost, dan akhirnya saya bikin tiktok nih, kan saya enggak pernah main tiktok sebelumnya, dan sekarang kan vibe nya tiktok, saya bikin tiktoklah, ternyata malah senang sama kerandomannya Shabira," sambungnya.

Akun tiktoknya sendiri, menurut Fahmi, sudah memiliki pengikut lebih dari 3 juta. Praktis Lala di usianya yang sangat belia jadi dikenal banyak orang berkat konten kontennya di media sosial. Lala pun jadi pusat perhatian ketika jalan jalan bareng orangtuanya ke luar rumah.

Tiba tiba ada yang datang menghampiri mereka dan minta foto bareng Lala. Mau tak mau, Oci dan Fahmi tak bisa melarang. Namun, mereka selalu menanyakan kesediaan Lala, apakah mau diajak foto atau tidak. "Minta izin dulu sama Shabira waktu lagi makan. Shabira mau difoto atau tidak, kalau mau ya silakan, kalau tidak, ya jangan," ucap Fahmi.

"Misalnya Shabira enggak mau difoto, biasanya yang minta foto gimana," tanya Densu. "Maksa, maksa bang," sahut Fahmi disusul tawa. Padahal kondisi Lala saat itu tidak mood.

Densu kemudian menyimpulkan sebagian orang yang memaksa foto bareng, tidak peduli bahwa Lala adalah anak kecil. "Lagi Nangis juga ada, bang. Lagi nangis difoto," ucap Fahmi. Kalau sudah begitu, Oci sebagai orangtua berupaya meningkatkan mood anaknya agar mau difoto dan berusaha tak mengecewakan orang lain.

"Balik lagi itu risiko, dan kita terima, risikonya jadi kayak kehilangan emosi. Di depan orang tuh kita harus bersikap manis, bersikap baik. Jadi ketika Lala diminta foto dan tidak mood, ibunya turun tangan. Ibu yang bilang sama Lala, ya sudah Lala foto sama ibu ya, karena fansnya Lala maunya foto sama Lala," terang Oci. Namun, kata Fahmi, ada juga sebagian yang mengerti. Tak hanya itu, sering kali ada orang yang memfoto atau memvideokan Lala dari kejauhan.

Kemudian orang itu mempostingnya di akun media sosial dan memention akun Lala. Sebagai orangtua, Oci dan Fahmi sepakat bahwa mereka seperti kehilangan privasi. Namun, hal itu diakui mereka sebagai konsekuensi. "Kalau dalam setiap kejadian ada setiap risiko. Lala itu terkenal karena ketidaksengajaan dari TikTok, jadi mau enggak mau, bisa enggak bisa, harus terima," ucap Oci.

Bahkan ke luar di rumah, banyak orang sudah kumpul. "Buka gerbang, beli bakso, atau ke warung, (banyak yang panggil) Lala Lala. Kadang ada ibu ibu naik motor ngenalin Lala, videoin, jadi saya sebagai ibunya ngerasa, kadang better di rumah aja," ucap Oci. Fahmi pun membenarkan ucapan Istrinya.

"Di satu sisi Shabira jadi enggak punya teman sih," kata Fahmi. "Saya sudah sampai di tahap itu. Aduh, jadi maksudnya…," timpal Oci. "Dilema," tebak Densu.

"Iya," sahut Oci. "Ternyata ada dilemanya cui," kata Densu terkesima. Fahmi sebetulnya sangat senang punya anak dikenal banyak orang. Bahkan sampai ke luar negeri, Malaysia, sampai ada fan base nya.

"Tapi, itu risikonya, risiko popularitas. Kita enggak bisa ada sisi buat lagi sedih, lagi marah, pokoknya di depan orang yang tidak kita kenal fave fun have fun aja," ucap Fahmi. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *