Desember 6, 2022

Program rehabilitasi narkoba merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu pengguna narkoba mengatasi masalah ketergantungannya. Rehabilitasi narkoba ini telah lama dianggap sebagai cara paling efektif untuk membantu korban penyalahgunaan menjalani kehidupan yang lebih baik dan mengatasi masalah kecanduan mereka.

Karena kecanduan narkoba merupakan penyakit otak kronis yang sulit diobati, maka diperlukan penanganan yang tepat oleh dokter dan tenaga non medis. Para ahli ini nantinya akan membantu Anda menyelesaikan masalah ketergantungan melalui berbagai proses pemulihan. Lamanya proses pemulihan ini tergantung pada seberapa serius pelaku telah menggunakan zat adiktif tersebut.

Tahapan Program Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Mengenal Tahapan dan Metode Terapi Program Rehabilitasi Narkoba di Indonesia
Dalam rehabilitasi medis, pecandu narkoba ditempatkan di pusat-pusat rehabilitasi yang disediakan oleh BNN seperti Lido (Kampus Unitra), Baddoka (Makassar) dan Samarinda. Atau di tempat swasta, misalnya Ashefa Griya Pusaka yang ada di Jakarta Selatan. Seperti yang dijelaskan BNN, semua pecandu narkoba menjalani tiga tahap rehabilitasi :

1. Rehabilitasi medis (detoksifikasi)
Pada titik ini, pecandu narkoba diskrining untuk kesehatan fisik dan mental. Setelah evaluasi, dokter akan memutuskan obat mana yang akan diberikan untuk meredakan gejala putus obat yang dialami pecandu. Pemberian obat itu sendiri tergantung dari jenis obat untuk berat ringannya atau ringannya keracunan yang diderita oleh pecandu. Salah satu metode detoksifikasi yang paling populer di Indonesia adalah cold turkey. Cara ini dilakukan dengan cara mengunci pecandu selama jangka waktu penarikan obat tanpa memberikan obat tertentu. Setelah kecanduan narkoba dibersihkan, pecandu narkoba dikeluarkan dari ruangan dan dimasukkan dalam konseling (rehabilitasi non-medis). Cara ini juga banyak digunakan di pusat-pusat rehabilitasi yang mengutamakan pendekatan religi selama fase detoksifikasi.

2. Rehabilitasi non medis
Pecandu harus berpartisipasi dalam program rehabilitasi yang diprakarsai, seperti Therapeutic Communities (TC), 12 Steps, dan Pendekatan Religius. Misalnya, dalam program TC, pecandu narkoba diajarkan untuk mengenal diri sendiri melalui lima bidang pengembangan kepribadian: manajemen perilaku, emosional/psikologis, intelektual dan spiritual, pendidikan, dan kemampuan bebas narkoba. TC dilaksanakan dengan menempatkan pecandu narkoba ke masyarakat dalam waktu 6-12 bulan.

3. Pengembangan lebih lanjut (aftercare)
Setelah dinyatakan “lulus” dari pusat rehabilitasi narkoba, pecandu narkoba dapat kembali ke masyarakat dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, itu ditempatkan di bawah pengawasan Badan Pengawasan Narkoba Nasional untuk memastikan pecandu pulih sepenuhnya dari ketergantungan narkoba.

Berbagai Metode Program Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Ada beberapa metode rehabilitasi narkoba. Menurut laporan dari situs BNN, ada beberapa metode rehabilitasi narkoba yang tersedia di Indonesiam yaitu :

1. Cold Turkey
Cold Turkey adalah metode rehabilitasi narkoba yang melibatkan penghentian langsung penggunaan narkoba atau zat adiktif. Salah satu cara tertua untuk mengatasi kecanduan narkoba adalah dengan mengunci pecandu ke dalam periode penarikan tanpa memberikan narkoba. Jika gejala kecanduan hilang, pecandu dapat mengikuti sesi konseling (rehabilitasi non-medis). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara ini banyak digunakan di balai rehabilitasi narkoba dengan pendekatan religi.

2. Terapi pengganti opioid
Terapi penggantian opioid adalah pengobatan hanya untuk pasien yang bergantung pada heroin (Avioda). Untuk pecandu opioid tingkat lanjut, mereka biasanya mengalami kekambuhan kronis dan membutuhkan beberapa putaran pengobatan kecanduan. Kebutuhan heroin (obat terlarang) dapat digantikan dengan obat legal sebagai obat detoks. Tentunya obat-obatan tersebut diberikan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan oleh pecandu. Secara bertahap, dosisnya dikurangi.

3. Therapy comunities
Therapy communities adalah salah satu metode penghentian obat yang dimulai di Amerika Serikat pada 1950-an. Tujuannya adalah untuk membantu pecandu berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dan menjalani kehidupan yang produktif.

Demikianlah informasi mengenai tahapan dan metode terapi yang ada pada program rehabilitasi narkoba di Indonesia. Dengan adanya informasi ini, semoga bisa menambah waawasan Anda dan menyadarkan kepada Anda untuk menghindari hal berbahaya, seperti penggunaan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *