Desember 6, 2022

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun angkat suara soal adanya dugaan teror atau ancaman terhadap dirinya. Hal itu ia alami tak lama setelah melaporkan dugaan keterlibatan dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabumi dan Kaesang Pangarep, ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 11 Januari 2022 lalu. Badrun menyebut ancaman itu ia rasakan baik di jagat maya dan dalam kesehariannya.

Meski begitu, dugaan ancaman psikologis itu ditanggapi santai oleh Aktivis Reformasi 98 ini Adapun bentuk teror psikologis yang dialami Badrun diantaranya kontak yang tak dikenalinya kerap menghubungi dia hingga ada orang tak dikenal yang diduga mengintai kediamannya. "Kontak yang tidak dikenal memang ada yang menghubungi saya di malam hari, saya tidak pernah mengangkatnya. Semoga bukan dalam rangka meneror," beber Badrun.

"Dua hari lalu memang ada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah terlihat sepanjang saya tinggal 13 tahun lebih di sini.Orang itu menggunakan kendaraan roda dua dan duduk ditempat istirahat lapangan basket, terlihat mengamati rumah sekitar 20 menit. Kehadiran sopir tetangga ke lokasi itu yang membuat ia pergi dari lokasi duduknya, selebihnya wallahua'lam ," tukasnya. Meski ada beberapa kejanggalan yang ia alami setelah melaporkan putra presiden ke KPK, Badrun berharap hal itu bukan bagian dari ancaman. Ia tetap berpikir positif dan menyatakan bahwa kondisinya saat ini baik baik saja.

"Semoga motifnya bukan dalam rangka teror psikologis, saya positive thinking saja bahwa itu semua jauh dari motif teror. Alhamdulillah saya saat ini baik baik saja," tutup Badrun. Diberitakan sebelumnya, dua anak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan itu dilayangkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga merupakan aktivis 98, Ubedilah Badrun.

"Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan," kata pria yang karib disapa Dikutip dari , Ubedilah Badrun selama ini dikenal juga sebagai pengamat isu sosial dan politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ubedilah Badrun lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 15 Maret 1972 dan dikenal sebagai aktivis reformasi 1998.

Dia adalah satu dari pendiri Komunitas Perhubungan Senat Mahasiswa se Jakarta (FKSMJ) pada 23 Maret 1996 yang kemudian menjadi motor penting dalam gerakan reformasi 1998. Berbeda dari tokoh aktivis lain yang kini memiliki jabatan di Partai Politik maupun DPR RI, Ubedilah Badrun selama ini lebih memilih jadi dosen dan penulis. Selain itu Ubedilah Badrun juga kerap memberikan pandangan mengenai isu politik dan sosial dalam berbagai platform nasional seperti stasiun televisi, koran, radio dan media online lainnya.

Pada 2018 Ubedilah Badrun mengajar materi Pengantar Ilmu Politik, Sosiologi Politik, Ekonomi Politik, Budaya Politik dan Sistem Politik Indonesia pada program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ubedilah Badrun pernah mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi, yaitu ; Vice principal di Tokyo Indonesian School (SRIT) (2006) Ketua Yoron Adventure School di International Youth Association of Japan (2005) Partisipan Indonesia and Togo Homestay of Friendship– Program of International Exchange 2006 Ketua Umum HMI MPO Badan Koordinasi (Badko) Jawa agian barat 1998 1999 Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta 1997 1998 Mahasiswa Berprestasi irektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Ketua Umum Senat Mahasiswa IKIP Jakarta (kini UNJ) 1995 1996 Presidium FKSMJ 1996 Mahasiswa Berprestasi IKIP Universitas Negeri Jakarta 1995 (1)

Middle Class in Indonesia and Public Intellectual Responsibility (2018) Menjadi Aktivis Kampus Zaman Now (2018) The development of Nationality education model for Crosscultural Youth (2017) Sistem Politik Indonesia : Kritik dan Solusi Sistem Politik Efektif (2016) 70 Tahun Indonesia dan Bobroknya Sistem Politik (2015) Koalisi Capres: Antara Politik Gagasan dan Transaksional (2014) Politisi Santri dan Politik Kekuasaan: Pendekatan Sosiologi Politik Mix Approach Sejarah dan Post Behavioral (2012) Koalisi Politik dalam Pilpres 2009 (2009) Radikalisasi Gerakan Mahasiswa: Kasus HMI MPO (2006) The American Policy towards Islamic World Should be Changed (2006) Mr.President : Mr.Cuek (2006) Di Balik Kemenangan Koizumi (2005) Bila Golkar Menang Pemilu 2004 (2003) Membaca Kemungkinan Dua Presiden (2001) Kultur Universitas? (2001) Pendidikan Politik Yang Buruk (2000) Menduga Kemungkinan Suksesi Nasional 1998 (1997) Sufistik, Formaslistik dan Aksi Sosial (1995)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *