Desember 7, 2022

Pemerintah Sri Lanka telah memberikan persetujuan untuk menggunakan dana tambahan 70 juta dolar Amerika Serikat (AS) dari jalur kredit India senilai 1 miliar dolar AS. Dana tersebut bakal digunakan untuk kebutuhan impor bahan makanan pokok. Menteri Perdagangan Sri Lanka, Nalin Fernando mengatakan ini akan menjadi tambahan untuk komoditas pangan senilai 180 juta dolar AS yang sebelumnya telah diimpor dari India melalui fasilitas yang sama.

Dikutip dari laman www.dailymirror.lk, Minggu (26/6/2022), beras, gula, bawang, dan gandum utuh termasuk di antara barang barang yang telah dipesan untuk dikirim ke negara yang bangkrut itu. "Setelah kami mendapatkan barang barang ini, kami akan memiliki makanan yang dibutuhkan setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Selain itu, kami mendapat persetujuan untuk menggunakan lagi 70 juta dolar AS dari fasilitas kredit yang sama untuk mengimpor komoditas pangan dalam waktu dekat," kata Fernando. Perlu diketahui, India telah menawarkan fasilitas kredit senilai 1 miliar dolar AS untuk impor pangan, obat obatan dan bahan baku.

Dari jalur kredit, 200 juta dolar AS juga lebih dulu dikeluarkan untuk impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Delegasi pejabat senior Pemerintah India yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Vinay Kwatra sebelumnya telah mengunjungi Sri Lanka pada 23 Juni lalu. Mereka pun mengadakan pembicaraan dengan Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Delegasi India menggarisbawahi bahwa bantuan ekonomi, keuangan dan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencapai lebih dari 3,5 miliar dolar AS kepada rakyat Sri Lanka dipandu oleh kebijakan 'Neighbourhood First' dan visi Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua di Wilayah (SAGAR) dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Dalam pertemuan dengan Presiden Gotabaya Rajapaksa, pihak India mengucapkan terima kasih kepada Presiden Sri Lanka itu atas komitmennya terhadap pengembangan hubungan bilateral antara kedua negara. Kedua belah pihak memiliki pertukaran pandangan yang produktif tentang situasi ekonomi saat ini di Sri Lanka serta dukungan berkelanjutan dari India.

Begitu pula yang dibahas dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, kedua belah pihak melakukan diskusi mendalam tentang ekonomi Sri Lanka dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Sri Lanka untuk mencapai pemulihan ekonomi. Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyoroti pentingnya mempromosikan kemitraan investasi India Sri Lanka, termasuk di bidang infrastruktur, konektivitas, energi terbarukan dan memperdalam hubungan ekonomi antara kedua negara. Perlu diingat bahwa bantuan pembangunan yang diberikan oleh India ini mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS dengan lebih dari 600 juta dolar AS diberikan dalam bentuk hibah, yang mencakup Proyek Identitas Digital Unik Sri Lanka.

India pun disebut akan terus menjadi sumber pariwisata terbesar bagi Sri Lanka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *