Desember 6, 2022

Awal mula terjadinya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap seorang pria di Batam bernama Musliman akhirnya terungkap. Seorang saksi mengatakan, kejadian berawal pada Kamis (10/2/2022), saat itu anaknya dicekik oleh Musliman. Namun, beberapa menit yakni pada pukul 18.30 WIB, atau setelah azan Maghrib, dirinya kaget dan menyaksikan secara langsung Musliman sedang dianiaya oleh beberapa orang yang diduga pelaku.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, saksi kembali melapor kejadian tersebut kepada Ketua RT. Spontan Ketua RT langsung bergegas menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendapatkan korban sudah dalam posisi terkapar dan meninggal dunia. Ada darah segar keluar dari kepala korban. Atas peristiwa tersebut, Ketua RT dan warga setempat melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian Polsek Batu Ampar Batam.

Pascameninggalnya Musliman, masyarakat setempat bungkam dan tidak mau memberikan pernyataan, atau hanya sekedar memberikan informasi kepada media. "Kurang tahu ya pak, langsung ditanyakan kepada polisi saja. Yang saya tahu tadi malam Musliman meninggal di bawah gardu listrik itu," ungkap seorang warga setempat yang tidak menyebutkan nama aslinya. Kendati demikian, ia mengaku selama ini memang kenal dengan korban.

Dikatakannya, korban agak linglung. Akan tetapi sebab akibatnya ia tidak mengetahui secara pasti. Selanjutnya akan disalatkan terlebih dahulu, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Panas, Kota Batam.

Kesedihan Kakak Musliman Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap Musliman di Rumah Liar (Ruli) RT 05, RW 01 Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Batam hingga kini masih misteri. Ia mengaku adiknya selama ini tidak tinggal serumah bersamanya.

Dia baik baik saja tidak ada masalah dengan orang lain. "Dia tinggal di Seraya sedangkan saya tinggal di Perumahan Sei Tering Melcem," ujarnya. Dikatakannya, selama ini Musliman tinggal seorang diri di Ruli seraya, sembari bekerja di sebuah pabrik tempe yang ada di Ruli Seraya.

Musliman di Batam tinggal seorang diri. Dia pernah nikah namun gagal. Dia memiliki seorang anak yang saat ini sedang berada di kampung halaman.

Saryono berharap pihak kepolisian bisa lebih cepat mengatasi peristiwa yang menimpa adik kandungnya tersebut. "Kami dari pihak keluarga menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian Polsek Batu Ampar, untuk diusut tuntas," ungkapnya. Dia mengaku jika memang ada pelakunya maka silahkan di proses secara hukum yang berlaku, dan bisa berjalan secara transparan.

Lokasi kejadian tersebut terjadi di dekat tiang listrik. Tampak beberapa bekas darah di bawah gardu listrik itu. Dan sejumlah lalat menghinggapi bekas darah tersebut. Tampak beberapa masyarakat lalu lalang di lokasi itu.

Sejumlah masyarakat sedang berkumpul di sebuah kios yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Ada sejumlah anak sedang melihat tempat kejadian perkara dengan jarak dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *