Desember 6, 2022

Andi setyawan menjelaskan bagimana detik detik atlet paralayang, Yazid Khairil Aziz, atlet paralayang jatuh di lantai dua rumahnya. Saat itu, ia dan keluarga sedang di rumah karena habis vaksin booster. Saat kejadian ia tidak menduga apa pun.

Lima menit sebelumnya di lokasi jatuhnya atlet tersebut, ia menyuruh anaknya untuk keluar sebentar mengambil hewan peliharaan mereka. “Lima menit sebelum kejadian itu, anak saya ada di tempat itu, nah saya menyuruh anak saya untuk mengambil anjing di sebelah,” tambahnya. Pemilik rumah mengira ada gempa langsung mengevakuasi keluarganya untuk keluar rumah.

“Setelah itu, ada suara seperti bom sangat keras, saya kira itu gempa dan anak saya langsung teriak. Langsung saya menyuruh anak dan istri untuk keluar rumah,” paparnya. Titik jatuhnya atlet tersebut berada di ruang keluarga lantai dua milik Andi.

Setelah keluar rumah, ia menuju lantai dua lagi untuk melihat kondisi rumahnya. “Saya kaget kenapa rumah saya bolong bagian atas, langsung saya mendekat dan melihat ke atas ada layang layang warna merah kecil. Saya kira itu milik anak kecil soalnya benda itu masih melayang di atas jaraknya sekitar lebih dari 600 meter,” tambahnya.

Saat ia melihat ke lantai rumahnya, pertama kali ia melihat helm dan langsung kaget karena ternyata ada korban jatuh di lantai rumahnya. “Setelah melihat bawah, pertama kali yang saya lihat kok ada helm seperti helm gowes gitu, saya kira dulu yang memasang plafon rumah saya, pakai helm dan ketinggalan di atas. Lalu saya lihat di sebelahnya ternyata ada korban jatuh dari atas dan seketika itu saya kaget dan badan langsung gemetar,” kata pemilik rumah.

Andi juga menemukan tulang milik korban di rumahnya. “Setelah semua selesai, saya langsung bersih bersih dan saat itu saya menemukan tulang milik korban. Saya langsung berpikir, wah jatuhnya kencang banget sampai ada tulang yang keluar dari badannya,” ujarnya.

Jatuhnya atlet paralayang membuat rumah Andi rusak parah di bagian genteng, plafon, meja dan kursi rumahnya. Saat kejadian itu, ia langsung memanggil Kepala Desa Gedong untuk membantu mengevakuasi korban. Posisi atlet paralayang yang jatuh berada di bawah meja milik Andi.

“Pak Andi, kok bisa ya meja dan buku yang ada di atas meja utuh tapi korbannya berada di bawah meja,” kata Kepala Desa Gedong kepada Andi pemilik rumah. Setelah korban di evakuasi dan di bawa ke RSUD Ambarawa, ia dan warga Desa langsung memperbaiki atap rumah. “Setelah korban di bawa ke rumah sakit, saya dan warga sekitar sini langsung perbaiki atap rumah saya yang bolong,” kata Andi. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *