Desember 7, 2022

PT Jasa Marga (Persero) mencatat sebanyak 372.459 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada hari pertama dan hari kedua perayaan Idul Fitri 1443 H/2022 atau tepatnya pada 2 3 Mei 2022. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama. Adapun empat GT itu yakni, GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 40,7 persen jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total 264.801 kendaraan," kata Heru dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (4/5/2022). Lebih lanjut kata Heru, untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek ini sendiri terpantau menuju ke tiga arah. Mayoritas atau sebanyak 216.562 kendaraan (58,1%) menuju arah Timur atau Trans Jawa dan Bandung.

Adapun GT yang dominan dilintasi yakni GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta Cikampek, dengan jumlah 134.666 kendaraan, serta GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 81.896 kendaraan. "Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 216.562 kendaraan, naik sebesar 96,9 persen dari lalin normal," beber Heru. Selanjutnya, sebanyak 71.683 kendaraan atau 19,2 persen menuju arah Barat atau ke arah Merak, dan 84.214 kendaraan (22,6%) menuju arah Selatan yakni menuju kawasan Puncak.

Kata Heru, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak yakni melintasi GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi dengan pengguna sebanyak 84.214 kendaraan, meningkat sebesar 35,4 persen dari lalin normal. Jika dihitung, secara kumulatif mulai H 10 sampai dengan H+2, Jasa Marga mencatat ada 2,1 juta kendaraan yang meninggalkan Jabotabek. Jumlah tersebut, meningkat 22 persen jika dibandingkan dengan lalin normal.

"Distribusi terbesar masih menuju ke arah timur, yaitu sebesar 54,5 persen, dengan lebih dari setengahnya menuju ke arah Trans Jawa via GT Cikampek Utama, menuju ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur," ujar Heru. Terkait masih adanya jumlah peningkatan pengendara yang meninggalkan Jabodetabek ini, pihaknya mengimbau kepada pengendara untuk selalu berhati hati dalam berkendara. Heru meminta agar sedianya, dapat mematuhi rambu rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.

"Pantau kondisi lalu lintas melalui CCTV real time di jalan tol melalui aplikasi Travoy. Informasi dan pelayanan lalu lintas dapat diakses melalui One Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080," tukas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *